Silahkan Tunggu ...

Login


Or connect with



x

Sign Up

Create your account, it takes less than a minute.
If you already have an account login


Or connect with



x

Home Skin Belum Teruji, apa Benar Terapi Plasenta Berbahaya Bagi Kulit?
Skin

Belum Teruji, apa Benar Terapi Plasenta Berbahaya Bagi Kulit?

11, September 2017 10:37:54


Banyak perawatan kecantikan yang merupakan warisan dari resep kecantikan masa lampau, salah satunya perawatan dengan menggunakan Plasenta. Konon katanya, perawatan ini sudah dilakukan sejak zaman Tiongkok kuno sebagai terapi anti-penuaan dan pengobatan bahan alami.

Bahkan saat ini, banyak produk kosmetik yang mengklaim menggunakan plasenta sebagai salah satu bahan utamanya, dari mulai produk pelembab wajah, hand & body lotion dan produk lainnya.

Menariknya, belakangan ini pun muncul tren kecantikan yang tergolong sangat ekstrem, yakni dengan mengonsumsi pil plasenta sendiri yang didapat setelah melahirkan. Cara membuatnya, plasenta tersebut dibekukan kemudian dibuat menjadi pil plasenta.

Peminatnya bukan orang sembarangan lho ever Ladies! Dilansir dalam WomensHealth, mereka umumnya datang dari kalangan selebriti papan atas, seperti Kourtney Kardashian, Kim Kardashian, Katherine Heighl dan lainnya.

Katanya, selain ampuh mempercantik penampilan, terapi plasenta pun diklaim mampu memperbaiki mood dan menurunkan risiko depresi pasca melahirkan.

Belum teruji secara klinis

Walaupun banyak yang meyakini khasiat dari terapi plasenta ini, tidak sedikit dokter yang justru melarang penggunaan terapi plasenta ini. Bukan tanpa alasan, risiko terapi plasenta dianggap sangat berbahaya, bahkan bisa menyebabkan infeksi pada bayi.

Dalam penelitiannya, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menemukan beberapa bayi yang berusia 5 hari, harus dilarikan ke rumah sakit setelah ibunya mengonsumsi pil plasenta.

Dalam pemeriksaan, bayi tersebut mengalami sesak napas dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih detail, bayi tersebut terkena infeksi bakteri grup B streptococcus (GBS), yang biasanya ditemukan dalam vagina atau rektum. Bakteri ini bisa pindah ke bayi lewat proses persalinan normal.

Selain itu, infeksi bakteri grup B streptococcus pun bisa menempel pada plasenta. Hal inilah yang membuat Kecia Gaither, dokter kebidanan dan kandungan asal Amerika, menyarankan agar ever Ladies selalu memperhatikan bagaimana plasenta ditangani dan disimpan setelah proses persalinan.

Gaither pun menerangkan, hingga saat ini belum ada standar tentang bagaimana proses pembuatan kapsul atau pil plasenta. Sementara metode yang ada sekarang dianggap masih belum mampu membunuh semua patogen yang ada dalam plasenta.

Dengan kata lain, Gaither menghimbau agar terapi plasenta ini harus dihentikan demi menekan risiko buruk yang mungkin bisa ditimbulkannya. Nah, bagaimana menurut ever Ladies?




Dapatkan Update Tips-tips Terbaru
Cantiknya Kulit Sehat Bersama EverE250