Silahkan Tunggu ...

Login


Or connect with



x

Sign Up

Create your account, it takes less than a minute.
If you already have an account login


Or connect with



x

Home Beauty Penyebab Menurunnya Produksi Rumput Laut Di Klungkung Bali
beauty

Penyebab Menurunnya Produksi Rumput Laut Di Klungkung Bali

15, Februari 2014 14:31:21


Ladies, mayoritas warga Pulau Nusa Lembongan adalah petani rumput laut yang sukses. Desa Jungutbatu di Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali, merupakan bagian dari Kawasan Nusa Penida yang telah ditetapkan sebagai kawasan pariwisata yang memiliki pantai berpasir putih, lautnya jernih dengan berbagai jenis ikan berwarna-warni yang berenang di sela-sela karang lautnya yang indah dan beraneka warna bagaikan dalam taman laut yang sangat indah. Daerah ini juga menjadi lokasi budidaya algae merah Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum, yang merupakan contoh sukses budidaya laut yang telah bebas dari pemanenan alam.

Untuk mengetahui bentuk pengembangan budidaya rumput laut di kawasan wisata pantai Desa Jungutbatu, telah dilakukan penelitian pada tahun 1999. Data primer diperoleh dari kuisioner, wawancara dan observasi. Ladies, daya tarik utama kawasan ini bagi wisatawan yaitu ombak, terumbu karang, pantai, laut dan pemandangan alam, serta kegiatan utama wisatawan yaitu snorkelling, berenang, berjalan-jalan, berjemur dan berselancar, menunjukkan bahwa wisata pantai di Jungutbatu merupakan wisata berbasis alam pantai. Ketidakpuasan utama wisatawan terhadap aspek lingkungan adalah persoalan kebersihan pantai; pantai dinyatakan kotor, kondisi pantai membuat tidak nyaman, dan diperlukan pengelolaan sampah yang lebih baik. Sebagian besar wisatawan menyatakan bahwa wisata pantai memiliki pengaruh lingkungan negatif terhadap ekosistem pesisir, sehingga diperlukan perencanaan dan pengelolaan pariwisata yang lebih baik dan sebagian pendapatan dari pariwisata harus digunakan untuk pemeliharaan lingkungan.

Petani saat ini merasakan terjadinya penurunan produksi rumput laut, yang diduga ada kaitannya dengan penurunan kualitas lahan, diantaranya karena adanya gangguan dari aktivitas manusia di kawasan pantai. Laju pertumbuhan harian (LPH) rumput laut di lokasi dekat pusat desa ini dan aktivitas wisata lebih rendah dibandingkan LPH rumput laut di lokasi jauh dari permukiman dan aktivitas wisata. Kini Ladies, banyak rumah-rumah pribadi berdiri cukup megah, pura dan balai banjar pun makin gemerlap. Namun, banyak warga mengeluh akan kehilangan generasi petani rumput laut berikutnya. Jika tidak ada penerus petani rumput laut desa yang dikenal dengan rumput laut ini wisatawan tidak akan pernah tahu. Dan mungkin anak cucu kita akan kehilangan tempat wisata yang telah dibangun sejak 30 tahun silam.

Apalagi saat ini Nusa Lembongan pun kini menjadi tandingan Pulau Bali, karena dua daya tarik utama pulau ini, ladang-ladang rumput laut dan petualangan lautnya. Kegiatan petani berladang di laut dan ribuan perahu kecil petani terserak di pesisir pantai adalah pemandangan hidup. Betapa indahnya jika pulau ini terus dikembangkan oleh kerjasama penduduk setempat dengan pemerintah. Dan pulau ini sangatlah berpotensi tidak hanya wisata bahari namun juga wisata pendidikan. Ladies, mungkin penduduk dapat melakukan suatu upaya pengelolaan lingkungan terpadu kawasan budidaya rumput laut dan wisata pantai berbasis masyarakat Desa Jungutbatu di Nusa Lembongan.




Dapatkan Update Tips-tips Terbaru
Cantiknya Kulit Sehat Bersama EverE250